ruang gagas, ruang semua

Risiko Pemimpin

Tulisan ini sepenuhnya adalah pendapat pribadi saya sebagai penulis. Tidak mewakili organisasi, komunitas atau institusi apapun dimana saya terafiliasi. Tidak juga untuk membela siapapun. Saya hanya ingin mengajak bersikap kalem dan proporsional atas peristiwa yang terjadi

Saya sedikit terkejut dengan kabar yang saya baca di media online terkait dengan penetapan mantan Rektor Unair sebagai tersangka oleh KPK. Hal yang tidak pernah terpikir dalam benak saya. Yang saya tahu beliau adalah orang yang baik dan jujur.

Penetapan akademisi sebagai tersangka korupsi oleh penegak hukum juga pernah terjadi di beberapa kampus lain seperti di UI atas kasus pembangunan dan pengembangan IT Perpustakaan. Di UGM untuk kasus penjualan aset tanah kampus sedangkan di Universitas Udayana dengan kasus penggadaan alkes RS Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata. Tentu itu hanya beberapa saja dan masih banyak kampus lain di Indonesia yang mengalami kasus serupa.  Termasuk di dalamnya Almamater saya untuk kasus yang menurut KPK merugikan Negara sebesar 85 M.

Dari kasus di Unair ini secara tiba-tiba dan ajaib muncul banyak hakim di sekeliling saya. Utamanya Mahasiswa/Alumni Unair sendiri. Inilah yang saya sayangkan. Sikap dari beberapa senior dan kolega saya yang saya anggap kurang tidak pas. Beberapa di antaranya dengan tanpa rasa simpati sedikitpun merasa bahwa penetapan Prof Fasih sebagai tersangka oleh KPK sudah menunjukkan bahwa Prof fasih melakukan korupsi. Dan seolah memberikan hak bagi mereka untuk melabeli beliau sebagai seorang Koruptor. Pengambilan Konklusi yang terburu-buru.

Di antaranya juga banyak dari mereka yang merasa risih dengan kasus yang terjadi di Almamaternya. Kemudian dengan mengebu-ngebu menyalahkan pihak yang ditersangkakan.

Sek ta la rek kalem, ayo ngopi sek ben ga salah paham.

Kita harus menyadari bahwa penegakan hukum di Negara kita masih belum sepenuhnya kredibel dan bebas dari kepentingan politik dan turunannya. Sudahlah itu permasalahan lain. Yang jelas atas kesalahan orang lain tidak membuat kita bebas menghakimi seseorang bukan?

Mari lebih kalem dan proporsional kemudian menoleh kebelakang selama beliau mengabdi di Unair. Beliau belajar di Unair yang kemudian mendedikasikan hidupnya mengajar dan mengamalkan ilmunya kembali untuk Unair. Salah satu visi besar beliau ketika memimpin Unair adalah mencanangkan Unair sebagai World Class University. Visi yang jauh kedepan dan perlu kerja keras untuk meraihnya.

Dan apa yang sudah kita kontribusikan untuk Almamter kita?

Perlu kita ingat tidaklah mudah menjadi seorang Pemimpin. Ada banyak tekanan, iming-iming dan banyak orang di sekeliling yang tidak jujur dan ingin menjerumuskan. Belum tentu loh kita yang sekarang penuh idealisme akan mampu menghadapi tantangan kekuasaan suatu saat ketika kita diamanahi memimpin.

Itulah Pemimpin. Berani mengambil resiko atas institusi yang dipimpinnya. Seumpama tidak ikut melakukanpun harus ikut bertanggungjawab atas kekeliruan bawahan. Saya percaya bahwa beliau orang baik yang tidak mempunyai intention untuk merugikan negara.

Adapun dengan proses hukum yang berlangsung kita wajib mendukung. KPK harus berani bersikap jelas tanpa tendensi apapun. Mencari semua pihak yang bertanggungjawab atas kerugian yang terjadi. Tidak hanya berhenti pada satu titik saja. Hal Ini juga berarti momen bagi pihak Manajemen Unair untuk bersama berbenah menjadi lebih baik. Berani mengakui kerugian yang ditimbulkannya pada negara dan berani Berubah.

Tidak pantas bagi kita untuk mengambil tempat aman dan berdiam tanpa sikap atas apa yang terjadi di Almamater kita. Bagaimanapun Unair adalah Almamater kebanggaan Kita.

Saya berharap keadilan dan kebenaran akan segera bersinar terang di Bumi Airlangga. Airlangga engkau hiduplah. Airlangga tetap kau jaya

Advertisements

2 thoughts on “Risiko Pemimpin”

  1. Yang pasti sejak th 2013 ketidak sesuaian pembangunan RSP UA sudah tercium kok, dan masih banyak yg lain
    Refleksi aja pernah tau to kisah seorang ahli ibadah yg su’ul khotimah?
    Biarlah KPK bergerak sesuai tugasnya.

    Like

    1. tentu sudah seharusnya pihak manajemen unair kooperatif dalam membantu tugas kpk. poin artikel saya kan membangun sudut pandang yang proporsional dan tetap kalem dalam bersikap.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s