ruang cerita, ruang semua

XXIII

 

bunga krisan merah (photo credit : flowerian.com)
bunga krisan merah (photo credit : flowerian.com)

saya ingin bercerita. hanya saja kawatir membuat anda mengantuk dan tertidur pulas maka saya putuskan untuk menuliskannya saja. cukup tiga paragraf supaya jika anda tidak sengaja membuka blog saya dan menemukan tulisan ini saya tidak merasa bersalah karena telah membuat anda membaca tulisan yang panjang dan mungkin membingungkan. Sebelumnya, mari kita sepakati ini sebagai paragraf pembuka dan satu lagi tambahan paragraf penutup.

paragraf pertama

malam yang lalu saya bertemu dengan seorang teman lama, saya menyapa dan teman saya balik menyapa. di sela-sela pembicaraan pikiran saya berkelana dan mencari momen pertama kali kami bertemu. pikiran saya membandingkan momen pertama kali bertemu dengan informasi saat ini yang sedang diproses oleh panca indra saya. ada perubahan pada teman saya. tidak lama kemudian pembicaraan selesai dan teman saya berpamitan. saya mengambil handphone dan membuka whatsapp.

paragraf kedua

beberapa minggu yang lalu laptop saya rusak dan sampai saat saya menulis ini masih di service counter. kata tukang servisnya belum diketahui komponen yang rusak. saya terpaksa meminjam laptop sampai waktu yang belum ditentukan. dan beruntungnya saya yang punya berbaik hati mengijinkan. dengan sedikit menyesal saya mengingat-ingat kenapa saya tidak ngiup waktu itu. sehingga laptop saya tidak basah dan mungkin bisa tidak rusak.

paragraf ketiga.

diantara berbagai ribuan kemungkinan jika-maka, pilihan selama dua puluh tiga tahun yang telah berlalu saya yakin banyak yang salah. tidak sedikit yang bisa disesali ketika dibelakang hari menyadari kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik. juga tentu banyak yang bisa dipelajari, diambil hikmah dan dijadikan pembelajaran hidup. bagaimanapun waktu akan terus berjalan hingga Tuhan suatu saat nanti memerintahkan malaikat untuk menyudahi dunia ini. dan tetap kedepan akan lebih banyak pilihan yang harus diambil, lebih berat dan sangat mungkin lebih sulit untuk diputuskan. diantara pilihan-pilihan yang harus saya lalui itu aku berharap kamu akan menemaniku.

selama dua puluh tiga tahun berlalu belum banyak hal bermanfaat yang bisa saya lakukan. belum ada kenang-kenanganku untuk dunia fana ini. pada waktu yang akan saya lalui syukur hanya kepadamu Gustiku, Gusti ingkang murbeng dumadi yang maha pengasih dan maha penyayang. bimbinglah hambamu ini pada jalan yang engkau kehendaki. jalan yang engkau tentukan untukku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s