ruang cerita, ruang semua

Setahun Pertama di Asrama Unair

Pertama kali saya tinggal di Surabaya adalah sewaktu saya kuliah di Universitas Airlangga. Saya khawatir dengan kota yang sama sekali belum saya kenal ini. Saya yang dari desa hanya pernah tiga kali saja ke Surabaya sebelum saya kuliah di Unair. Kali pertama dulu pada 1997 ketika menjemput Alm Kakek dari pulang berhaji. Ketika mengikuti SNMPTN di daerah Ketintang dan sewaktu daftar ulang di Unair. Dan itupun hanya sehari semalam saja.

Saya masih ingat ketika waktu itu saya diantar ke tempat saya menunggu bus sebelum berangkat ke surabaya oleh Alm Bapak. Saya membawa travel bag besar dan tas punggung berisi baju dan berbagai hal yang saya butuhkan untuk tinggal di surabaya. Bersama seorang teman yang saya kenal ketika daftar ulang dan kebetulan sekali ternyata tetangga kecamatan. Alhamdulillah saya bersyukur ada teman. Minimal akan sedikit mengurangi rasa kagok saya memasuki kota besar dimana kawah candradimuka Unair berada.

Menjadi mahasiswa baru emang lika-liku. Minimal tentang proses menemukan dan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab. Bagiku, bukan hal yang mudah. Belum paham apa-apa sudah di suguhi dengan berbagai dinamika kampus. Berbagai silang jalan yang ditemukan dan terus mencari jawaban. Melelahkan dan mengasyikan.

Waktu berlalu, UTS pertama sebagai mahasiswa Unair pun berlalu. Waktu itu sebagai mahasiswa saya belum banyak kegiatan yang kudu dilakukan. Hanya ngampus di kampus B Unair dan setelah selesai kelas balik ke asrama. Sesekali berjalan-jalan di internet (hal baru bagi saya) ketika ada pinjaman modem dan kemudian esok hari berulang dengan pola yang sama dan tetap.

Bagian menyenangkan dari mahasiswa baru salah satunya adalah belum banyak kegiatan. Dan hari kehari saya gunakan untuk beradaptasi. Dengan kota. Dengan kampus. Dengan orang dan tutur sapanya. Syukur pada Allah saya cepat belajar sehingga walaupun mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) saya bisa mengenal banyak mahasiswa Unair dari berbagai fakultas lain karena tinggal di Asrama.

Oh ya, waktu saya masuk Asrama Unair adalah kali pertama Asrama Putra dihuni. Sebelumnya masih kosong belum ada yang menempati. Boleh dibilang Angkatan Pertama Asrama J

Sekamar saya berempat, yang semuanya berbeda fakultas. Pada awal masuk asrama saya mengenal Agus dan Ade anak dari Mojokerto. Sejak saat itu kami mulai berteman dan mulai dolen ke kamar teman-teman yang lain bahkan di luar lantai tiga yang saya tempati. Banyak dari kami berteman. Ya gimana engak, makan ya bareng, berangkat bareng dan tak jarang tidur bareng juga.

Semester pertama berlalu dan saya mulai memiliki banyak kegiatan di luar kuliah dan maen-maen dengan teman di asrama Unair. Selain ikut UKM yang sejak dari akhir semester sudah mulai banyak melibatkan kami anak-anak angkatan baru juga ikut di BEM Unair dan mulai aktif mengikuti diskusi walaupun sekedar sebagai pendengar yang baik. Wajar ya masih butuh banyak belajar dan baca buku juga.

Sore hari sering kita bermain bola disebelah timur asrama yang masih kosong. Atau kadang kita bermain futsal bersama antar lantai. Yang kalah traktir makan semua. Saat yang menyenangkan kala menang dan dapat makan gratis.

Asrama memberiku tempat yang pas untuk mulai mengenal kota yang besar ini dan civitas Unair yang begitu mengairahkan otakku untuk terus berpikir. Suasana yang dibangun didalamnya dan juga berbagai peraturan yang menyertainya memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang sekaligus bertanggungjawab pada manajemen diri yang pada saat itu aku bahkan belum pernah mendengar istilah manajemen diri.

Anyways setelah sekian tahun meninggalkan asrama dan bahkan sekarang sudah meninggalkan Unair saya kadang merindukan suasana demi suasana dan berbagai keriuhan teman-teman yang ada didalamnya. Ada banyak teman yang mungkin sudah lupa namanya yang dulu bahkan sarapan bersama tiap pagi.

Kesibukan dan ranah perjuangan kita mungkin sudah berbeda. Tujuan kita tetap sama demi almamater dan untuk bangsa. Dimanapun kita berada sekarang. Dari asrama Unair kita mengawali perjalanan di Unair dan Surabaya tercinta ini.

(Tulisan ini ikut memeriahkan Unair Blogging Comptetition yang diseleranggakan oleh BPP Unair)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s