ruang cerita, ruang semua

Setengah malam terakhir

Kegayengan itu terus berlanjut dan semakin dalam meskipun waktu sudah mendekati pukul tiga pagi. Tidak ada yang istimewa dari ngopi malam itu. Tempatnya di trotoar pinggir pasar kecamatan, penjualnya bapak-bapak yang berusia 50an. Pun dengan suguhan yang hanya gorengan tempe dan ote-ote plus susu hangat –iya, aku sudah jarang menikmati kopi. Hampir selalu setelah minum kopi perut pasti berontak hingga gak bisa makan seharian dan mulanya menghentikan kebiasaanku ngopi sejak SD.

Sebenarnya tak sengaja bertemu dengan Kawol –panggilan akrab teman satu ini. Sejak berguru Aji ke surabaya aku jarang bisa pulang dan ngumpul bareng teman-teman sekolah di kampung. Sore tadi, setelah sowan ke guru di daerah bojonegoro aku pulang dan mampir cangkruk. Tak nyana di situ ada kawol sedang menikmati es kopinya masih dengan cengar-cengir uniknya.

Selama nyangkruk aku kebanyakan hanya mendengarkan saja, sementara Kawol bercerita ngetan-ngulon seakan ingin mengupas semua keluh-kesah orang yang hidup di Negeri ini. Bayanganku, malam ini ia ingin menampilkan diri sebagai perwakilan dari rakyat yang suaranya tak lagi didengar oleh wakilnya sendiri. Warung kopi pun tak jadi sepi.

Sementara di jalan hanya dua-satu motor yang sliweran dengan kecepatan terburu-buru. Tak ada yang berubah. Tempat ini masih wajah sama dengan yang aku ingat sembilan tahun yang lalu. Hanya sedikit bersolek bedak dan gincu ala proyek murahan. Muram dan senyumnya masih seperti dulu. Mengembalikan waktu ketika setiap hari jalan dengan sepatu beraseso lumpur liat. Berjalan merunduk penuh inferioritas khas anak pelosok. Masuk kelas dan diam.

Aku tersenyum.

Tiang portal pasar di depanku yang dulu tinggal separuh telah berganti dengan besi rongsokan yang tak kalah kualitasnya. Aku keingetan, dulu sepulang sekolah pernah dikejar-kejar banci yang katanya kepengen meluk. Ketakutan akupun lari ke arah pasar yang masih ramai melompati tiang portal yang setengahnya disambung tali tambang dan hampir masuk keranjang buah-buahan. Tiba-tiba suara orang tertawa ramai serentak dan padu. Aku melengos kebelakang bersyukur wajah yang kucari tak terlihat. Hati-hati dan penuh celingukan aku berjalan kembali. Nunggu colt duduk di pos pasar kambing dan menikmati es campur dalam plastik setengah kilo-an.

Di daerah ini, hampir semua warna pernah terlukis di tubuhku. Beberapa masih jelas kuamati dan beberapa yang lain memudar tak karuan.

Bagiku, Itulah manusia. Ia takkan bisa jelas dengan apa yang dilihat, dirasa dan diyakininya. Selalu ada warna yang tidak jelas, buram, pudar dari diri manusia. Bisa oleh waktu, oleh warna-warna baru, oleh pikiran yang sudah tak lagi sama.

Pundakku terasa panas dan sakit.

Kepalan tangan kawol itu sudah kendor setelah menghantam pundakku. Aku misuh ala surabaya tetapi terselamatkan dari jebakan kenangan. Kawol yang besoknya kerja pamit pulang dulu. Setelahnya aku juga balik. Aku meminta temanku untuk bonceng.

Sinar lampu motorku mengenai wajah-wajah yang baru saja selesai subuh di masjid depan rumah. Aku turun, masuk rumah dan menyalakan rokok. Duduk di kursi tamu menghabiskan sebatang sambil menunggu memudarnya dinginnya air padasan.

Batang kedua aku nyalakan. Berjalan ke sawah. Duduk lagi di galengan melihat kearah timur menunggu sinar yang hangat itu muncul. Ketika aku sulut batang ketiga sinar merah indah itu mulai bisa kupandang.

Batang kelima aku sulut. Kuambil sabit. Merapikan kembang-kembang depan rumah yang daunnya terlalu lebat. Mencangkul tanah untuk akar pohon kembang yang mulai terlihat oleh gerusan air hujan. Ngambilnya di sawah dekat rumah.

Melewati waktu. Aku berjalan kembali.

 

Jakarta, 22/07/2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s