ruang cerita, ruang gagas, ruang semua

Kenapa Kita Malas Mendengar Khutbah

Sebelum mulai mensliliti tulisan ini lebih apik anda ingat kembali momen ketika anda duduk resah dan gelisah (mungkin juga tertidur) saat mendengar khatib menyampaikan pesan khutbah. Bagi yang pernah merasa mengalaminya anda boleh lanjut membaca sampai pada paragraf akhir atau sampai pada yang anda inginkan. Mari kita anggap pengalaman semacam itu sebagai syarat sah membaca… Continue reading Kenapa Kita Malas Mendengar Khutbah

Advertisements
ruang cerita, ruang semua

Setengah malam terakhir

Kegayengan itu terus berlanjut dan semakin dalam meskipun waktu sudah mendekati pukul tiga pagi. Tidak ada yang istimewa dari ngopi malam itu. Tempatnya di trotoar pinggir pasar kecamatan, penjualnya bapak-bapak yang berusia 50an. Pun dengan suguhan yang hanya gorengan tempe dan ote-ote plus susu hangat –iya, aku sudah jarang menikmati kopi. Hampir selalu setelah minum… Continue reading Setengah malam terakhir

ruang gagas, ruang semua

Banyuwangi, Surabaya, dan Jakarta

“Mengembangkan daerah bukan hal yang mudah!” “Akankah daerah mampu?” Begitu kiranya pernyataan dan pertanyaan yang sering saya terima ketika berdiskusi dengan aparatur pemerintahan di daerah. Ada rasa pesimis dan keraguan yang tinggi di dada mereka. Bahwa kemajuan adalah hal yang hampir mustahil terjadi di daerahnya. Bahwa pembangunan daerah itu dengan yakin tak akan pernah mereka… Continue reading Banyuwangi, Surabaya, dan Jakarta

ruang cerita, ruang semua

Manusia, Surabaya, dan yang terputus di Surabaya.

Ini tentang sesuatu yang diawali dari berbagai tempat dan terputus di Surabaya. Benang-benang yang disarikan dari waktu ke waktu nener ke banyak orang. Segala yang berakir di Surabaya. * Jalan setapak yang masih sama. Keras dan banyak pecahan-pecahan besar dan dalam akibat musim kemarau yang panjang. Kalau tak hati-hati, bisa saja kaki terpelosok ke pecahan… Continue reading Manusia, Surabaya, dan yang terputus di Surabaya.