ruang cerita, ruang semua

Setengah malam terakhir

Kegayengan itu terus berlanjut dan semakin dalam meskipun waktu sudah mendekati pukul tiga pagi. Tidak ada yang istimewa dari ngopi malam itu. Tempatnya di trotoar pinggir pasar kecamatan, penjualnya bapak-bapak yang berusia 50an. Pun dengan suguhan yang hanya gorengan tempe dan ote-ote plus susu hangat –iya, aku sudah jarang menikmati kopi. Hampir selalu setelah minum… Continue reading Setengah malam terakhir

Advertisements
ruang cerita, ruang semua

Memulai (Lagi)

Aku senang sekali. Hari ini ibuku akan membelikan sepeda ontel untukku. Sepeda pertama yang telah lama kuminta dan kuimpikan sejak melihat teman-temanku menuntun sepeda di jalanan depan rumah. Sejak itu, aku setiap hari merengek-rengek pada bapak untuk dibelikan sepeda. Kemudian hari inipun terjanji. Senyumku merekah dan kemudian berlari keteman-teman bercerita kalau aku akan punya sepeda… Continue reading Memulai (Lagi)